vincentherry

photography

Change font size
Increase SizeDecrease SizeReset font to default

Aboutvincent

I was born in Surabaya, east java. graphic designer basic and commercial photographer based in bali since 1995. architecture and product are my major assignment.

Read more...

2009.06.23 16:13:36
Vincent Herry

Mengatur Depth Of Field atau ruang tajam pada foto kita bisa kita temukan dengan membesarkan atau memperkecil diafragma/Aperture. Seperti pada ulasan sebelumnya, semakin kita megatur aperture pada angka yang kecil (antara f/1.4 - f/5.6) kita akan menemukan DOF (Depth Of Field) atau ruang tajam yang sempit, begitu sebalik nya jika kita menentukan aperture pada angka besar (antara f/11 - f/22) kita akan mendapatkan ruang tajam yang cukup luas, fasilitas ini biasa dipakai ketika memotret panorama dan produk secara detail.
(perhatikan gambar dibawah: Semakin kecil angka pada aperture= semakin besar bukaan diafragma= semakin kabur latar belakang).
Perlu diingat juga, jauh dekat nya jarak kita pada subyek  juga mempengaruhi DOF, sedangkan jauh dekatnya jarak subyek ke background akan berpengaruh pada kekaburan/ blur background.
Dengan foto dibawah ini semoga bisa menambah wawasan untuk menentukan angka Aperture sesuai kebutuhan kita.DOF test

* Kamera: Canon EOS 50D, Lensa: Sigma 150mm f/2.8 Macro, Tripod


  DOF | bali | vincentherry
Comments 3Hits: 245  

2009.06.08 11:44:34
Vincent Herry

Setiap Kamera SLR baik yang conventional (pake film) atau SLR Digicam mempunyai fasilitas Single Frame Shot, Continuous Shot dan Multi Expose. Single frame shot adalah yang biasa kita pergunakan yaitu satu pencetan release button hanya menghasilkan satu jepretan. Sedangkan Continuous Shot sekali pencet akan terjadi beberapa jepretan selama kita menekan release button tsb.
Semakin canggih kamera semakin cepat pula jepretan yang dihasilkan, sementara ini digicam canggih hanya bisa merekam maximum 8 frame/ second untuk file size paling besar (RAW/TIFF), sedangkan kalau kita menggunakan file size yang lebih rendah akan mendapatkan lebih dari 8 frame per second nya.

Metadata

Kamera : Fujifilm finepix s3pro
ASA : 400
Speed : 1/1500s
Aperture : f/6.7
Venue: International Freestyle Jetski Competition, Seminyak Bali Indonesia



  speed
Comments 1Hits: 206  

2009.06.08 11:42:42
Vincent Herry

Ketika merasa jenuh motret entertinment on the stage, muncul ide iseng ini. caranya, pake fasilitas S pilih speed yg diperlukan (1-2 second) jepret sambil kamera diayun kebawah, tapi kalau kita terlalu cepat menggoyang kamera kahilnya adalah orang2 di stage sama sekali tidak terekam, Solusinya, ketika memencet tobol release button, kita diamkan dulu sekitar 1/30 detik sisanya masih ada satu setengah detik untuk digoyang (kalau pake 2 detik) harus dicoba antara 1- 3 detik dipilih yang terbaik.
Untuk membekukan gerakan orang kita juga bisa pake flash dengan fasilitas Slow Rear Syncronize. (fasilitas ini ada di kamera dengan memakai flash on board) proses selanjutnya sama dengan yang diatas.

Kamera : fuji finepix s2pro
ASA : 400
Speed : 1 second
aperture : f/8
Lighting : tanpa flash, stage lighting
Venue : Bali International Jazz festival, Bali Intercontinental Resort 2005




  bali | vincentherry | vincent | slow | speed
Comments 0Hits: 209  

2009.06.08 11:40:50
Vincent Herry

Ini sekedar info tentang lensa yang akan kita pergunakan pada DSLR digicam.
Setiap digicam mempunyai pengali titik api, umumnya adalah 1.6, 1:5 sehingga jika kita memakai lensa 18-35mm yang kita anggap sangat lebar pada kamera jenis film, pada digicam 18mm akan dirubah oleh kamera ber rasio 1:6 menjadi sekitar 28mm.
Maka diciptakannya kamera ber CCD FullFrame (berbanding 1:1). Jika kita memakai kamera jenis ini, kiat akan mendapatkan spec. lensa sama seperti yang tertera pada lensa kita.
Keuntungan kamera berasio 1:6 adalah jika kita sering memakai lensa Tele, jelas jika kita menggunakan lensa 300mm maka kita akan merasa memakai lensa 480mm.

Saya juga mereview lensa wide Sigma 10-20mm ternyata sudut nya lebih sempit dibanding dengan Sigma 12-22mm. selisihnya sekitar 10 derajat. Dari segi harga beda keduanya pun cukup banyak, jadi sebelum membeli sesuatu silahkan mereview dari web yang bersangkutan.
Seemoga bermanfaat.

The picture show the comparison between Nikkor 18-35mm f/4-5.6 with Sigma 12-22mm f/4.



  wide lenses
Comments 0Hits: 193  

2009.06.08 11:39:28
Vincent Herry

Depth of field (DOF) adalah area focus (ketajaman) suatu gambar. Biasanya jika kita memotret pemandangan maka kita memerlukan DOF yang sangat lebar agar detail terlihat jelas di semua area. Tetapi jika kita memotret human interest secara close up, atau memotret makro maka kita pasti menginginkan DOF yang sempit agar subyek kita tidak terganggu dengan latar belakang yang ada.
Lebar sempitnya DOF ditentukan oleh:
1. jauh dekat jarak kita memotret subyek.
Semakin dekat kita memotret subyek maka kita akan mendapat DOF yang lebih sempit. Contoh kita memotret anak kita dari jarak 1 meter akan berbeda gambaran latar belakang nya dibanding dengan kita memotret dari karah 5 meter.

2. Bukaan Aperture yang kita pergunakan.
Ketika kita menggunakan fasilitas (A) pada kamera semakin besar kita pergunakan aperture (f/5.6 atau f/2.8) misalnya latar belakang akan sangat sempit dibanding dengan jika kita menggunakan aperture kecil (f/11 atau f/16).

Perlu diingat semakin sempit area fokus (ketajaman) maka semakin beresiko kita "miss focus" jadinya hasil yang kita dapatkan akan BLUR.



Silahkan dicoba!
  DOF | Tips | tricks | makro
Comments 0Hits: 197  

2009.06.08 11:37:44
Vincent Herry

Pemotretan Makro adalah pemotretan jarak dekat (sekarang kita juga jumpai lensa tele vario berfasilitas Makro) untuk merekam bagian selektif yang akan kita ambil.
Selain modal menahan nafas kita juga harus bisa menentukan daerah papa yang kita jadikan point of interest.
Pada Manusia (human interest) saya menentukan point of interest adalah mata sedangkan pada bunga adalah putingnya.
Disini saya menekankan pada komposisi warna bunga. (perhatikan DOF mana yang kita blur kan dan mana yang kita focus kan)

Data:
Kamera : Fujifilm finepix S2Pro
Lensa : Sigma 70-300mm f4-5.6D Macro
ASA : 200
Aperture : f/8
Speed : 1/90s
Jarak : 1 meter



  DOF | Tips | tricks | makro
Comments 2Hits: 215  

2009.06.08 11:36:16
Vincent Herry

Tipisnya Depth Of Field bisa membuat obyek terpisah dari background, untuk menonjolkan apa yag udah terkonsep sebelum memotret.
Subyek kami kali ini sangat hobi dengan senjata api dan semua yang berbau perang2an.
kami mencoba dengan berbagai diafragma/aperture kemudian dipilih yang satu ini DOF bagus dan image orang nyapun tidak terlalu blur (kami mencoba dari f/2.8 sampa f/16)


Kamera : Fuji finepix s3pro
Lensa : 80-200mmAFD, f/2.8ED
ASA : 160
Aperture : f/4
Speed : 1/180s



  DOF | Tips | tricks
Comments 0Hits: 168  

2009.06.08 11:33:55
Vincent Herry

Side lighting adalah teknik cahaya untuk menonjolkan detail.
di sisi gelap biasanya dipergunakan reflector untuk membantu efek cahaya di bagian shadow.
Lokasi di Padang Padang Beach. Thank you Nana for talent and Deksu for assistance.

Metadata:
Kamera : Fujifilm S2Pro
Lensa : Nikkor 80-200mmD, f/2.8ED
Asa : 200
Speed : 1/250s
Aperture : f/4



  side lighting | Tips | tricks
Comments 0Hits: 186  

2009.06.08 11:27:20
Vincent Herry

Dear Colleagues,
Referring to some questions regarding some tips and trick to take picture in a minimum lighting.
Be stable your hands to hold your camera, due to the slower speed usage in a minimum lighting.
Be smart to decide the area that should be measured the light density with your camera metering.
Be sharp to make a focusing area, we recommended the manual focus for this situation.
  trick | Tips | minimum lighting
Comments 0Hits: 135  

2009.05.25 12:14:16
Vincent Herry

Use a smaller light source than you feel comfortable with.  Larger light sources are more forgiving and easier to use.  They also create very little texture on your subject.  Smaller is better!

Keep the light lower than you think you should.  Low lights create more texture on the top surface of moist food items.  Too many food photographers keep their main light so high that they don’t get as much texture as they could. They do this, mostly out of habit and because the cast shadows from high light sources are less distracting.  What they don’t realize is that shadows can also be “interesting” too.  I read on some forum somewhere that it’s not the light that makes most photographs beautiful, but the shadows that make the shot.  I whole-heartedly agree.

  photography technique | food photography
Comments 3Hits: 302